You Will Always be Someone Special

You Will Always be Someone Special

It's okay! You're allowed to be happy.

Beberapa waktu lalu beredar kabar di media sosial tentang seseorang yang bunuh diri. Jika ditelisik lebih jauh tidak hanya satu dua orang yang memiliki niat tersebut, mungkin lebih dari ratusan. Ada yang masih merenungkan ada juga yang sudah cukup kuwalahan hingga akhirnya diambilah pilihan itu. Tentu banyak faktor yang mempengaruhi, entah dari sisi sosial, beban mental atau mungkin dari keadaan yang bersifat materialis. Konon ada mahasiswa yang bunuh diri karena tuntutan skripsi yang tak kunjung usai, beberapa bulan lalu ada kasus bunuh diri karena ia tengah hamil dan sang calon ayah tidak mau bertanggung jawab, beberapa hari yang lalu juga ada warta seseorang yang hendak bunuh diri di wilayah jembatan 2, Jakarta yang untungnya berhasil digagalkan. Penulis sendiri pun pernah sekali terbesit fikiran untuk mengambil langkah demikian.

Kalau penulis berbicara sebagai seorang muslim, maka ini sudah menjadi kesalahan fatal. Sebagai muslim tonggak utamanya adalah akidah, ia memiliki keistimewaan sebagai seorang hamba. Dalam firman-Nya Allah sudah menegaskan bagi tiap-tiap hamba-Nya untuk tidak putus asa dari rahmat-Nya. Ya, hal itu seharusnya juga menjadi pakem bagi setiap manusia kalau mereka memahami. Di sisi lain atau mungkin menilik dari kaca mata lain, timbulnya pemikiran demikian bisa jadi sebagai tanda bagi kesehatan mental (re: jiwa) seseorang yang memerlukan perhatian khusus. Tentu kita di sini berbicara tentang psikologi. Sosok yang sehat tidak akan pernah terbesit pemikiran untuk bunuh diri. Oiya, ngomong-ngomong..., pikiran dan pembicaraan mengenai bunuh diri itu sudah termasuk perilaku bunuh diri loh. Valentina, (2016: 124) menyampaikan bahwa perilaku bunuh diri bukan hanya tindakan mengakhiri hidup, namun juga termasuk pikiran dan percakapan tentang bunuh diri, dan tindakan menyakiti diri sendiri dengan keinginan untuk mati.

Anyway!
Kenapa sih pemecahan masalah harus dengan cara bunuh diri?
Apa iya dengan diambil langkah itu semua masalah yang selalu menghantui menyublim begitu saja?
Engga kan?
Toh, opsi bunuh diri kalau dipikir-pikir bukankah menjadi pilihan yang tolol kalau boleh penulis bilang?
Iyaa, masalah orang-orang itu beda-beda dan bebannya gabisa dianggap remeh. Inget kan kalau penulis juga pernah terbesit pemikiran itu?
Hehe, kalau memikirkan saat-saat itu jujur penulis ingin menertawakan diri sendiri. Kok ya bisa pernah mikir gituan heuheu.

Maksudnya gini, setiap masalah itu pasti ada solusi yang bisa kita pecahkan. Meskipun susah untuk mencari jalan terangnya, katakanlah seperti mencari jarum dalam jerami tapi toh kalau berusaha mengakali dengan satu dua hal pasti juga akan didapat. Cari bantuan, kalau banyak yang gamau karna mungkin menurut mereka hanya masalah sepele atau karena mereka juga tidak tahu cara mengatasi yang terpenting cari aja dulu. Meskipun perbandingan yang menyanggupi atau yang tidak 100:1, toh pasti masih ada yang bisa dan mau membantu. Poin utamanya adalah jangan putus asa untuk masalah apapun yang menerpa.

Penulis tidak bisa mencari contoh yang lebih baik sih selain dari sosok baginda Rasulullah saw. Dicaci maki sering, dijebak ke sarang singa tidak hanya sekali dua kali, ekonomi tergolong sangat sederhana, sasaran bullying? Beuh! jangan ditanya lagi. Pernah juga ditindas padahal baru saja ditinggal orang-rang tersayang (re: istri dan paman beliau), oh, jangan lupakan kalau beliau yatim piatu dari lahir. Di sisi lain, beliau diberi tugas yang bahkan tidak main-main, tapi apa? Beliau menjadi sosok besar sepanjang zaman. Percayai bahwa dirimu tidak sendiri di dunia ini. Dunia ini pelik, memang. Manusia juga bukan sosok yang bisa dengan mudah dipercaya, tentu. Namun ingat, dunia dan isinya ini ada yang mengendalikan. Ia-lah sosok yang berkuasa atas segalanya dan tentu lebih penyayang dari mereka yang merasa paling penyayang. Tidak ada ruginya kan bergantung hanya pada-Nya?

Hey, it's okay.
Salah satu idola penulis pernah bilang, "Being happy is enough because it isn't easy to be happy". Buatlah dirimu bahagia meskipun hanya di dalam kesederhanaanmu dan coba berbahagialah meskipun kamu sedang menapaki jalanan berduri. Kalau mengeluh menjadi prioritas utamamu, di saat itulah kekalahanmu. Jaga kesehatan selalu ya, love you!


Song recomendation!






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Let's Smile and Be Happy Till the End

Terima Kasih, Bapak

Wa.sang.ka